Dirmanews.com, Deli Serdang – Masyarakat Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, kembali menyuarakan keresahan mereka terhadap maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Mereka meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., untuk turun tangan menindak para bandar narkoba yang diduga berinisial OT, AMY, dan JN yang disebut telah lama beroperasi di kawasan Dusun 11 Lurik, Kota Datar.
Tokoh masyarakat Kota Datar, H. Ibrahim, kepada wartawan di salah satu rumah makan dekat lokasi transaksi, mengatakan bahwa peredaran narkoba di daerah tersebut sudah lama meresahkan warga.
“Masyarakat sudah sangat resah. Peredarannya seperti menjual ikan asin, terbuka dan tanpa takut kepada aparat. Jika terus dibiarkan, ini akan merusak generasi penerus bangsa,” ujar H. Ibrahim.
Ia juga mengungkapkan bahwa para bandar dan pengedar di kawasan Kota Datar dan Gudang Atap selama ini terkesan aman dan tidak tersentuh hukum. Bahkan saat dirinya melaporkan aktivitas tersebut ke Polsek Hamparan Perak dan juga kepada Kapolda Sumut saat masih dijabat Irjen Pol Panca Putra, laporan itu tidak mendapatkan respons memadai.
“Waktu saya lapor, malah saya ditanya: ‘apa urusanmu di situ?,” tuturnya.
H. Ibrahim menambahkan bahwa ia dan beberapa warga pernah masuk ke lokasi transaksi narkoba di area kebun sawit belakang bekas kilang padi dan mendapati sejumlah anak muda sedang berada di sana. Namun, lokasi tersebut selalu kosong ketika ada penggerebekan, sehingga warga menduga informasi selalu bocor.
Sumber lain yang ditemui awak media juga mengungkapkan bahwa dua bandar besar berinisial KL dan AH diduga kebal hukum karena hingga kini belum pernah tersentuh proses penindakan.
“Atas nama masyarakat, kami meminta Kapolri dan Kapolda Sumut untuk serius menangani kasus ini dan segera menangkap OT, AMY, dan JN. Aktivitas mereka sudah sangat meresahkan,” ujar beberapa warga.
H. Ibrahim menegaskan komitmennya bersama warga untuk terus melawan peredaran narkoba di kampung mereka.
“Kami tidak akan memberi ruang untuk narkoba. Walaupun setiap kali ada penggerebekan selalu bocor, perjuangan ini tidak akan kami hentikan,” tegasnya.
Masyarakat berharap pihak aparat penegak hukum segera turun ke lapangan melakukan tindakan tegas demi menyelamatkan masa depan anak-anak dan menjaga keamanan lingkungan Kota Datar.
Awak media juga telah menginformasikan lokasi aktivitas narkoba tersebut kepada Dirnarkoba Polda Sumut, yang menyampaikan terima kasih atas laporan itu dan berjanji akan segera menindaklanjuti.
Sementara upaya konfirmasi kepada Kapolda Sumut melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan jawaban hingga berita ini diterbitkan. (Red)



