Dirmanews.com, Dumai – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk bermuatan berat kembali menelan korban jiwa di Jalan Arifin Ahmad, Kota Dumai.
Dalam sepekan terakhir akhir April 2026, dua pelajar SMA dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan dengan kendaraan truk tangki bermuatan berat yang diduga kategori ODOL (Over Dimension Over Loading).
Korban terbaru diketahui bernama Suci Agustina Putri (17), pelajar SMA 5 Dumai warga Tanjung Palas, Dumai Timur. Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (29/4/2026) di Jalan Arifin Ahmad, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai.

Korban saat itu dibonceng sepeda motor oleh abangnya dan diduga hendak mendahului truk tangki CPO milik PT MJ. Namun roda depan sepeda motor masuk ke lubang jalan hingga korban terjatuh ke arah badan jalan dan terlindas truk tangki. Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sehari sebelumnya, Selasa (28/4/2026), kecelakaan serupa juga terjadi di Jalan Nelayan Laut, Dumai. Seorang pelajar SMA bernama Budi Darmi dilaporkan tewas setelah terlindas truk bermuatan berat.
Selain dua kejadian tersebut, Jalan Arifin Ahmad juga pernah menjadi lokasi kecelakaan maut yang menewaskan dua pelajar SMA 5 Dumai pada Oktober 2022 lalu. Kedua korban, yakni Anjes Laura Hutapea dan Hernita Simamora, meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai bertabrakan dengan truk tangki CPO.
Masyarakat menilai kerusakan parah di ruas Jalan Arifin Ahmad, khususnya di perbatasan Kelurahan Tanjung Palas dan Kelurahan Mundam, menjadi salah satu faktor utama tingginya angka kecelakaan. Kerusakan jalan diperkirakan mencapai sekitar 300 meter dan hingga kini belum mendapat penanganan maksimal.

Warga juga menyoroti aktivitas truk ODOL yang melintas menuju Kawasan Industri Dumai (KID) Pelintung dengan muatan berat yang dinilai melebihi kapasitas jalan.
Kondisi tersebut memunculkan kritik terhadap Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau dan Dinas Perhubungan Provinsi Riau yang dinilai belum maksimal melakukan pengawasan maupun perbaikan infrastruktur jalan.
Masyarakat meminta pemerintah segera melakukan perbaikan jalan, penertiban kendaraan ODOL, serta pengaturan jam operasional truk berat demi mencegah jatuhnya korban jiwa berikutnya. (S.Purba)



