Dirmanews.com, Dumai – Kondisi Pasar Tradisional Bundaran Jalan Imam Munandar, yang berada di wilayah Kelurahan Jaya Mukti dan Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, dinilai semrawut dan mengganggu pengguna jalan.
Pasar yang dikelola pihak swasta itu juga menimbulkan persoalan lingkungan, khususnya di area pasar ikan, akibat tumpukan sampah plastik dan bangkai ikan yang menimbulkan bau busuk, Jumat (30/1/2026).
Selain persoalan kebersihan, ruas Jalan Imam Munandar menyempit karena banyak pedagang menggunakan bahu jalan sebagai lapak. Seorang ibu rumah tangga (IRT) yang kerap berbelanja di pasar tersebut mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung lama dan sangat mengganggu arus lalu lintas serta kenyamanan masyarakat.

IRT tersebut juga menyoroti kondisi pasar ikan yang dinilai jorok dan tidak tertata. Parit dipenuhi sampah dan bangkai ikan tanpa upaya pembersihan, pedagang bercampur tidak sesuai zonasi, serta akses jalan menuju pasar ikan yang rusak dan tidak terawat.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahu jalan di kiri dan kanan Jalan Imam Munandar sepanjang sekitar 500 meter digunakan pedagang hingga menjorok ke badan jalan sekitar dua meter. Para pedagang juga memasang tenda biru untuk menghindari panas dan hujan, yang semakin mempersempit ruas jalan.
Masyarakat dan warganet pun mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Dumai serta Dinas Lingkungan Hidup agar segera turun ke lapangan melakukan penertiban dan penanganan kebersihan. Penegakan Perda dinilai penting agar ketertiban lalu lintas dan kondisi lingkungan di kawasan pasar tersebut kembali terjaga. (Sp)



