Soal Mesin Giling Tebu Rusak, Dirut PT SGN Diminta Turunkan Tim Audit Dana Perawatan di PGKM Capai Miliaran Rupiah

webadmin
webadmin
2 Min Read

Dirmanews.com, Langkat – Dirut PT SGN (Sinergi Gula Nusantara) Aris Toharisman diminta untuk segera menurunkan tim guna mengaudit dana perawatan mesin giling tebu di Pabrik Gula Kuala Madu (PGKM) yang sudah menghabiskan biaya hingga mencapai miliaran rupiah. Karena, dengan nilai semahal itu nyatanya sampai sekarang mesin penggilingan tebu masih saja berkali-kali rusak hingga membuat pabrik tidak dapat beroperasi.

Fakta tentang pabrik tidak dapat beroperasi akibat mesin giling rusak mencuat setelah muncul pengakuan dari beberapa sopir truck muatan tebu yang sudah berhari-hari mengantri tidak dapat membongkar muatan di dalam pabrik tersebut. Mereka terpaksa menunggu sampai mesin penggilingan tebu selesai diperbaiki.

Kata mereka, sudah dua hari ini mulai sejak Rabu (21/2/2024) semalam pabrik tidak dapat beroperasi akibat mesin giling tebu rusak. Dan baru Jumat (23/2/2024) siang ini mesin giling tebu dapat selesai diperbaiki.

PGKM sendiri dinilai telah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat sudah dua hari pabrik tutup tidak dapat beroperasi. Sebab untuk per jamnya saja kalau tidak beroperasi maka pabrik merugi hingga puluhan juta rupiah.

Padahal, jauh-jauh hari sudah banyak yang memprediksi mesin giling tebu bakal terus-terusan rusak kalau tidak segera ditindak lanjuti. Soalnya, tanda-tanda kerusakan sudah pernah terjadi saat acara prosesi giling perdana yang dihadiri tamu undangan Dirut Operasional PTPN II, Marisi Butar-butar di PGKM (Pabrik Gula Kuala Madu) Kabupaten Langkat, beberapa tahun lalu.

Bahkan, ketika itu Dirut Operasional PTPN II, Marisi Butar-butar sempat naik pitam dan marah-marah menyaksikan kondisi mesin giling yang rusak parah tapi dipaksa untuk digunakan.

Kini, prediksi itu terbukti benar, mesin giling tebu tersebut kembali rusak karena dipaksakan beroperasi dalam kondisi kurang baik. Tapi nyatanya sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari perusahaan PGKM agar bagaimana kerusakan mesin giling tebu tidak terulang kembali.

Hal ini mengundang perhatian serius dari berbagai kalangan yang mempertanyakan tentang penggunaan anggaran untuk memperbaiki mesin produksi PGKM tersebut. Sebab, pihak PGKM terkesan sengaja menutup-nutupi terkait penggunaan anggaran perawatan mesin penggilingan tebu tersebut. (bay)

Share this Article
Leave a comment