Dirmanews.com, Tapung Hulu – Suasana di Desa Sinama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, kembali memanas. Rekaman video yang beredar menunjukkan sekitar ±100 orang berpakaian preman serta sejumlah satpam yang diduga merupakan rekrutan Koperasi Nenek Eno Sinama Nenek (KNES) melakukan apel pada Senin pagi (17/11/2025) di area perkebunan sawit.
Mereka disebut-sebut ditugaskan untuk menghalau dan melarang petani sawit dari Koperasi Pusako Sinama Nenek (KOPOSAN) agar tidak memanen buah sawit di kebun yang menjadi sengketa dan diklaim sebagai milik masyarakat.

Situasi Memanas, Pria Diduga Preman Nyaris Bentrok dengan Petani
Menurut warga yang mengirimkan video ke redaksi, ketegangan di lapangan sempat nyaris berujung adu jotos antara kelompok yang diduga preman disinyalir suruhan KNES dengan petani KOPOSAN. Beruntung keributan dapat dilerai.
Namun sangat disayangkan, aparatur penegak hukum (Polri maupun TNI) disebut-sebut belum tampak hadir di lokasi saat insiden terjadi.
“Pria diduga preman-preman itu mengancam dan mengintimidasi warga petani,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Petani KOPOSAN Kecewa: Preman Bukan Pemilik Kebun
Petani dari KOPOSAN mengaku kecewa karena orang-orang yang diturunkan ke lokasi diduga bukan pemilik kebun dan sebagian besar berasal dari luar Sinama Nenek.
Warga menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan mendesak negara hadir untuk menyelesaikan sengketa antara KNES dan KOPOSAN. Jika tidak diselesaikan segera, warga khawatir konflik bisa memicu kekerasan lebih besar.

850 Petani Pemilik Sah 1.750 Hektare Kebun Sawit
KOPOSAN mengklaim memiliki ±850 anggota, masing-masing dengan legalitas sertifikat hak milik (SHM) yang diterbitkan pemerintah era Presiden Joko Widodo. Total luas lahan mencapai 1.750 hektare, merupakan lahan eks PTPN V yang dibagikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selama lima tahun terakhir, para petani mengaku tidak diperbolehkan memanen sawit di kebun milik mereka sendiri. Kerugian ditaksir mencapai satu triliun rupiah.
Surat Terbuka kepada Presiden Prabowo
Pada Minggu (16/11/2025), kelompok KOPOSAN telah mengirim surat terbuka kepada Presiden RI Prabowo Subianto melalui platform TikTok. Mereka meminta pemerintah turun tangan agar kebun sawit 1.750 hektare tersebut dikembalikan kepada petani pemilik SHM dan mengizinkan mereka memanen hasil kebunnya sendiri.
KNES Dianggap Semakin Arogan
KNES yang dipimpin Kepala Desa Sinama Nenek, A. Rahman Chan, yang juga menjabat sebagai Plt Ketua KNES, dinilai warga semakin arogan. Dalam insiden terbaru, salah seorang anggota security KNES diduga merampas ponsel petani yang merekam situasi pertengkaran di lapangan.
Masyarakat mempertanyakan mengapa hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah untuk menyelesaikan sengketa yang telah berlarut selama bertahun-tahun ini. (Deri/Sp)



