Pemko Binjai dan YCBR Jalin Komitmen Bersama Penanggulangan Tuberkulosis

admin dirma
admin dirma
6 Min Read

BINJAI – Pemko Binjai dan Yayasan Cahaya Bersama Rakyat (YCBR) Kota Binjai menjalin komitmen bersama dalam penanggulangan Tuberkulosis di Kota Binjai. Hal itu ditandai dengan menggelar Konferensi Pers yang secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Binjai, dr Indra Tarigan di Lantai II Coffee Day, Kamis (29/12/2022) pagi.

“Penyakit tuberculosis sempat tertutupi oleh maraknya kasus Covid-19, padahal TBC termasuk penyakit yang cukup berbahaya. Saat ini TBC menduduki kasus ketiga terbanyak setelah China dan India. Sehingga kita harus lebih serius dalam menyikapinya,” katanya.

Beliau mengaku sangat mengapresiasi atas apa yang sudah dilaksanakan Yayasan Cahaya Bersama Rakyat Kota Binjai dalam membantu upaya pemerintah untuk menaikkan angka capaian SPM.

Sementara itu, Staff Program Yayasan Cahaya Bersama Rakyat (YCBR), M. Arifuddin Bone menjelaskan komunitas menjadi bagian paling terpenting dalam penanggulangan TBC di Binjai. Sehingga beliau berharap dapat terus mendapat dukungan dari komunitas dalam DPPM dan program TB di Kota Binjai.

“Yayasan Cahaya Bersama Rakyat Kota Binjai telah melakukan kegiatan Investigasi kontak terhadap temuan 340 Indeks kasus selama periode Januari sampai November 2022, Melakukan sosialisasi TBC di 62 titik yang ada di kota Binjai, seperti pemukiman warna, pengajian, sekolah, panti asuhan, dan beberapa lokasi lainnya sampai di bulan November 2022,” sebutnya. 

Selama ini, pihaknya telah melakukan pelacakan kasus Lost to follow up (LTFU) sebanyak 16 orang. Hasil itu turut menambah temuan asien ternotifikasi dari investigasi kontak yang dilakukan.

“Kami juga sudah mengedukasi masyarakat tentang Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) melalui Video Edukasi dan Penyuluhan di masyarakat. Dan turut menaikkan capaian SPM TB di Kota Binjai sampai dengan November 2022 sebesar 80,38% untuk OTT (Orang Terduga Tuberkulosis),” katanya.

Manager Kasus DPPM Kota Binjai, Ananda Ratu Tia menerangkan pihaknya juga sudah bekerjasama dengan pemangku kepentingan dalam hal menjalankan proses perkembangan kebijakan, strategi pemenuhan SPM Layanan TBC. 

“Pada pertemuan Komunitas dengan Pemangku Kepentingan pada bulan November lalu, kita telah menyusun Rencana Kerja Bersama terkait Strategi Pemenuhan Indikator TBC pada SPM melalui Pendekatan DPPM dan Pelibatan Berbagai Pihak di Kota Binjai,” ujarnya. 

Adapun 3 Strategi yang dilakukan yaitu Perencanaan Partisipatif untuk Optimalisasi SPM TBC, Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor Melalui RAD TBC, dan Pencatatan dan Pelaporan Program TBC Satu Pintu untuk Kontribusi SPM (Analisa Situasi TBC dan Capaian SPM). 

Dari pertemuan ini peserta diharapkan dapat memberikan dapat menjawab tantangan-tantangan apa saja yang dihadapi dalam pemenuhan SPM TB dan dapat lebih serius lagi dalam Menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC di Kota Binjai.

Pada Kegiatan ini dr Indra juga menyampaikan materi tentang Perkembangan Kebijakan dan Strategi Pemerintah Kota Binjai dalam Implementasi Jejaring DPPM dan SPM melalui Kolaborasi Pemangku Kepentingan. 

Dinas Kesehatan sudah berMoU dengan seluruh Rumah Sakit Swasta dan beberapa Klinik yang ada di Kota Binjai yang sudah bekerja sama dengan BPJS maupun yang belum sehingga masyarakat sudah bisa untuk pengobatan TBC secara gratis. 

Binjai termasuk urutan ke 7 untuk capaian SPM se-Sumatera Utara yaitu 81,42% atau sebanyak 4367 suspek yang telah diperiksa. Sekretaris Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa tahun 2023 Dinas Kesehatan akan lebih maksimal dalam pengajuan Rencana Aksi Daerah (RAD) program penanggulangan Tuberkulosis Kota Binjai bekerja sama dengan OPD terkait yang ada di Kota Binjai. 

dr. Indra juga menyampaikan bahwa pengobatan TB adalah gratis dengan hanya menyertakan KTP atau dengan identitas yang jelas.

Pada kesempatan ini, para OPD yang hadir juga akan dilibatkan dalam program peningkatan kapasitas SPM layanan TBC ini, seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kominfo, Elza Yori mengatakan akan bersedia untuk mendukung dengan bentuk mewadahi penyebarluasan informasi TBC melalui social media dan media edukasi lainnya seperti spanduk atau baliho. 

Sementara Bappeda Kota Binjai, yang menangani isu TB sebenarnya sudah dikawal karena sebelum melakukan penyusunan IPM dan sudah masuk ke dalam renstra tidak hanya kasus TBC saja. 

Bagian Tata Pemerintah Kota Binjai bagian SPM menyampaikan bahwa semua data SPM tidak hanya TB yang masuk ke Tapem akan disampaikan ke Kemendagri dan akan menjadi evaluasi nantinya apakah perlu ditambahkan anggaran dan rekomendasi untuk memperbaiki kualitas layanan yang ada di Kota Binjai.

Sebagai penutup dari kegiatan konferensi pers ini, Dinas Kesehatan Kota Binjai memberikan penghargaan atas peran dan kontribusi komunitas dalam penanggulangan TBC di Kota Binjai yang diserahkan langsung ke M. Arifuddin Bone selaku ketua Yayasan CBR kota Binjai.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, dr. Indra Tarigan selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Binjai, Musilawati, S.Sos selaku Anggota Bidang Perekonomian, Sosial dan Budaya Bappeda Kota Binjai, Ir. Elza Yori selaku Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Binjai, Maira Dayang Sari selaku Bagian Tata Pemerintah Pemko Binjai, Masryah Sitakar selaku Wakil Supervisor TB Dinas Kesehatan Kota Binjai, dr. Icha Presetina selaku perwakilan Manajemen Rumah Sakit Bidadari Binjai, M. Arifuddin Bone selaku Program Staff SSR Konsorsium Komunitas YCBR Binjai, dan Ananda Ratu Tia selaku MK DPPM Kota Binjai dan Media Lokal yang ada di Binjai. (bay)

Share this Article
Leave a comment