Home / Kabar Sumut / Bupati Asahan: Pajak Sebagai Modal Pembiayaan Belanja Daerah

Bupati Asahan: Pajak Sebagai Modal Pembiayaan Belanja Daerah

ASAHAN – Pajak merupakan sumber pendapatan daerah yang peruntukannya digunakan sebagai modal pembiayaan belanja daerah. Karena itu, pajak memiliki peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan

“Salah satu jenis pajak ialah PBB-P2, yang diketahui bersama pengelolaannya oleh pemerintah daerah telah memasuki tahun ke-9. Hasilnya pun mampu meningkatkan pendapatan daerah dan ini harus terus kita tingkatkan,” ungkap Bupati Asahan, H Surya BSc, saat penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT), serta Daftar Himpunan Ketetapan Pajak dan Pembayaran (DHKP) Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) 2021 kepada seluruh jajaran camat se-Kabupaten Asahan, dalam acara yang digelar di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (29/03/2021) pagi.

Surya menyatakan, dirinya memiliki keyakinan besar penerimaan daerah dari sektor PBB-P2 masih dapat dioptimalkan. Apabila semua pihak berkomitmen untuk melakukan upaya peningkatan dengan mengoptimalkan berbagai sarana yang ada.

Salah satu contohnya ialah dengan melakukan ekstensifikasi pajak, yaitu menambah jumlah wajib pajak, maupun dengan melakukan intensifikasi pajak, yaitu dengan cara menggali potensi pajak dari wajib pajak.

“Untuk mewujudkan hal ini, maka gunakanlah pola panutan dalam membayar pajak, serta pemutakhiran data objek pajak dan subjek PBB-P2,” seru Surya.

Selain itu pula, dia meminta seluruh jajaran camat agar melakukan pendataan objek pajak baru, verifikasi objek yang mengalami perubahan peruntukan, serta segera perbaiki kesalahan data pada objek pajak di semua kecamatan.

Secara khusus, Surya turut menginstruksikan seluruh jajaran camat, kepala desa, dan lurah untuk sesegera mungkin mendistribusikan SPPT PBB- P2 kepada wajib pajak, dengan tetap menerapkan prinsip akuntabilitas dan transparansi secara profesional.

“Berikan pula pengertian kepada masyarakat, tentang pentingnya membayar PBB-P2 bagi kelanjutan pembangunan, dan inventarisir semua permasalahan PBB-P2, termasuk data wajib PBB-P2 potensial, lalu melaporkannya ke tim intensifikasi dan ektensifikasi potensi pajak daerah Kabupaten Asahan melalui Bappenda Kabupaten Asahan,” jelas Surya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Asahan, Sori Muda Siregar, mengatakan, penyampaian SPPT dan DHKP PBB-P2 2021 merupakan agenda rutin tahunan Bappenda Kabupaten Asahan.

Menurutnya, ketetapan nilai pajak pada 2021 di Kabupaten Asahan berjumlah Rp 14,6 miliar, dengan jumlah SPPT sebanyak 210.864 lembar.

“Secara umum, jumlah ini cenderung meningkat dibandingkan pada 2020 lalu,” ungkap Sori.

Terkait pengelolaan PBB-P2 2021, diakuinya, Bappenda Kabupaten Asahan telah menambah beberapa tempat pembayaran, antara lain melalui Aplikasi Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, Link Aja, Gopay, dan Pay Fazz, serta melalui Bank UOB dan Bank BTN.

Kebijakan ini penting dibuat, agar para wajib pajak dalam melakukan pembayaran PBB-P2 dimanapun dan kapanpun. Selain itu, pembayaran PBB-P2 semakin lebih mudah, karena dapat dilakukan secara online dan realtime melalui Bank Sumut yang langsung terkoneksi ke Bappenda.

“Permasalahan tentang penyampaian SPPT PBB-P2 kepada wajib pajak tetap ada, walaupun masih dalam katagori kecil. Sepanjang peristiwa jual beli, ataupun penyerahan ganti rugi, balik nama, hibah, hibah wasiat, hibah warisan dan pemecahan objek pajak, harus dilaksanakan pemutakhiran pada database,” ujar Sori. (nz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Amir Hamzah Ikuti Rapat Secara Virtual Memperingati Hari Jadi ke 73 Provsu

BINJAI – Plt. Walikota Binjai Drs. H. Amir Hamzah M. AP mengikuti ...