Home / Kabar Sumut / Kejahatan Narkoba Merajalela, Zainudin Purba: Ini Rapor Merah BNN

Kejahatan Narkoba Merajalela, Zainudin Purba: Ini Rapor Merah BNN

BINJAI – Semakin merajalelanya aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Sumatera Utara, jelas menunjukkan Badan Narkotika Nasional (BNN) belum mampu menunjukan kinerja yang optimal.

Hal tersebut diungkapkan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, H Zainuddin Purba SH, menyikapi semakin banyaknya bermunculan lokalisasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba berkedok kafe di Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Deliserdang, dan Kabupaten Langkat.

“Jelas ini rapor merah bagi BNN, dan harus ada perubahan ke arah yang lebih baik. Sebab kita tidak ingin generasi muda kita hancur,” ungkap mantan Ketua DPD Partai Golkar Kota Binjai tersebut, saat ditemui wartawan di kediamannya, Selasa (26/01/2021) sore.

Menurut pria yang akrab disapa Pak Uda ini, ada beberapa indikator belum optimalnya kinerja BNN dalam mencegah dan memberantas kejahatan narkoba, khususnya di Sumatera Utara. Padahal anggaran yang dikucurkan Pemerintah relatif besar

“Salah satu indikator kian merajalelanya aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkoba ditunjukan dengan semakin bebasnya para terduga bandar mendirikan lokalisasi berkedok tempat hiburan, meskipun tanpa disertai izin operasional resmi,” terangnya.

Selain itu, sambung Zainuddin, para pengunjung di masing-masing lokalisasi narkoba tadi sangat bebas dan leluasa mengkonsumsi sabu, pil ekstasi, dan obat-obatan terlarang lainnya, tanpa khawatir ditindak secara hukum.

“Tentu saja hal ini membuat masyarakat semakin resah. Sebab kejahatan narkoba turut memicu peningkatan angka kejahatan lain, termasuk peningkatan konflik rumahtangga. Banyak orangtua bahkan stres dan putus asa melihat masa depan anak mereka yang sudah menjadi pecandu,” ungkapnya.

Namun Zainuddin tetap optimis, aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkoba dapat ditekan atau bahkan diberantas secara menyeluruh, dengan catatan BNN lebih serius dan maksimal dalam melaksanakan tugasnya.

Tentu saja hal tersebut tetap harus didukung seluruh elemen terkait, terkhusus pemerintah daerah, TNI-Polri, legislatif, dan para pemuka agama, agar ptogtam pemberantasan kejahatan narkoba dapat berjalan efektif.

“Artinya, saya mohon kepada BNN agar melakukan evaluasi. Sebab dulu sebelum lembaga ini dibentuk, aktivitas peredaran dan penyalahgunaan narkoba malah tidak terang-terangan seperti sekarang,” seru Zanuddin. (dika)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Penambahan Rumah Ibadah Untuk Kemakmuran Umat

DELISERDANG – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meresmikan pembangunan (renovasi) Masjid ...