Home / Kabar Sumut / Posko Satgas Penanganan Covid-19 Asahan Dioptimalkan Kembali

Posko Satgas Penanganan Covid-19 Asahan Dioptimalkan Kembali

ASAHAN – Meningkatnya kasus konfirmasi Covid-19, mendorong Pemerintah Kabupaten Asahan mengoptimalkan kembali peran dan fungsi Posko Satuan Tugas (Satgas) Penangangan Covid-19.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Asahan, H Surya BSc, saat memimpin rapat koordinasi di Posko Satgas Oenanganan Covid-19 Kabupaten Asahan, Kamis (21/01/2021) pagi.

Menurut Surya, penerbitan Surat Edaran Nomor: 360/0122 tanggal 7 Januari 2021, tentang Optimalisasi Kembali Posko Satgas Penanganan Covid-19, menjadi instrumen penting unyuk kembali mendukunh penguatan program penanggulangan Covid-19.

“Namun kita harus tetap melakukan evaluasi dan tindakan nyata secara berkelanjutan, baik terkait penanganan maupun antisipasi Covid-19,” ucap Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan tersebut.

Kebijakan pencegahan dan pengendalian Covid-19 sendiri diakui Surya, telah diatur dalam Peraturan Bupati Asahan Nomor: 30 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 di Kabupaten Asahan.

Adapun kebijakannya, pertama, berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan bagi perorangan. Dalam hal ini, setiap orang wajib menggunakan masker jika keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya, mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun di air mengalir, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan massa.

Kedua, lanjut Surya, berkaitan dengan pelaksanaan Operasi Yustisi yang dilakukan secara rutin oleh Pemerintah Kabupaten Asahan, bekerjasama dengan satuan TNI/Polri.

Ketiga, berkaitan dengan pemberian cairan disinfektan terhadap rumah ibadah dan kantor pelayanan masyarakat atau kantor pemerintahan.

Keempat, berkaitan dengan penyemprotan cairan desinfektan (desinfeksi) terhadap fasilitas umum secara berkala.

Kelima, berkaitan dengan pemberian masker dan cairan handsanitizer kepada masyarakat Kabupaten Asahan.

Keenam, masih dilaksanakannya kegiatan belajar-mengajar secara daring atau tatap muka tidak langsung.

Kemudian yang ketujuh, berkaitan dengan penundaan kegiatan Car Free Day (CFD) sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

“Untuk memperketat kebijakan ini, maka akan diberlakukan sanksi, baik berupa lisan maupun tertulis, jika nantinya ada ditemukan pelanggaran dalam hal penerapan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Asahan,” ungkap Surya.

Terkait kesiapan pelaksanaan vaksinasi pencegahan Covid-19 di Kabupaten Asahan, dia meminta kegiatan tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan SOP dan protokol kesehatan.

Dimana menurut Surya, proses vaksinasi awal di Kabupaten Asahan direncanakan akan dilaksanalan pada awal Februari 2021 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan, yang diikuti 10 pejabat publik daerah dan para pengurus asosiasi profesi tenaga kesehatan.

“Setelah kick off vaksinasi Covid-19 ol3h 10 pejabat publik daerah, maka sasaran vaksinasi selanjutnya ialah para tenaga kesehatan di Kabupaten, yakni sebanyak 2.155 orang,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Asahan, AKBP Nugroho Dwi Karyanto, tegas menyatakan bahwa penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Asahan harus benar-benar dilaksanakan.

“Saya berharap, Satgas Penanganan Covid-19 benar-benar melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan yang ada, agar angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Asahan dapat terus ditekan,” serunya. (nz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Penambahan Rumah Ibadah Untuk Kemakmuran Umat

DELISERDANG – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meresmikan pembangunan (renovasi) Masjid ...