Home / Kabar Sumut / Dugaan Korupsi, Rumah Kades Tanjung Putus Mendadak Sepi

Dugaan Korupsi, Rumah Kades Tanjung Putus Mendadak Sepi

LANGKAT – Sebuah rumah mewah yang sudah lama ditempati Kades Tanjung Putus berinisial EY beserta keluarganya kini tampak mendadak sepi. Tak biasanya, karena rumah yang biasanya selalu ramai dikunjungi tamu, kini tak ada terlihat aktifitas apapun dari dalam rumah tersebut.

Informasi berhasil diperoleh, rumah yang terletak di Desa Tanjung Putus, Kec. Padang Tualang, Kab. Langkat itu dikabarkan sejak tanggal 15 Januari 2020 lalu sudah ditinggal penghuninya. Hal ini dibenarkan Sekdes Tanjung Putus, Wahidin.

Kata Sekdes, ketika dirinya datang ke rumah tersebut sudah dalam keadaan kosong tak berpenghuni. Bahkan seluruh perabotan isi dalam rumah juga kosong melompong.

“Saya sudah laporkan soal ini ke Ketua BPD (Badan Pemusyawatan Desa) Desa Tanjung Putus,” sebutnya.

Sekdes menduga hilangnya Kades Tanjung Putus ada kaitannya dengan dugaan kasus penggelapan Dana Desa tahun anggaran 2020 yang diduga melibatkan kades.

“Dah bolak balik kemarin dia berjanji akan menyelesaikan dan mengembalikan uang DD yang digelapkannya, bahkan sebelumnya di bulan Desember sudah kita buatkan pernyataan secara tertulis agar EY bertanggung jawab untuk menyelesaikan pertanggungjawaban,” jelasnya.

Dijelaskannya bahwa EY tidak mengerjakan bangunan fisik pengerasan jalan di dua titik tahun anggaran 2020. Dan juga tidak memberikan gaji seluruh perangkat desa selama tujuh bulan.

“Ya kemarin perangkat desa lainnya sudah diperiksa Kejaksaan Negeri Langkat, bahkan dalam waktu dekat ini saya dan kades dipanggil kejaksaan guna pemeriksaan, makanya hari ini saya siapkan berkas-berkas,” ucap Wahidin.

Terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Setabat Boy Amali SH MH melalui telepon selulernya membenarkan hal tersebut. “Yang bersangkutan masih dalam proses lidik, baru dapat kabar semalam kami bahwa EY sudah melarikan diri, tapi proses tetap kami lanjut,” pungkasnya.

Masih kata Boy Amali, bahwa perkara ini sudah dinaikkan ke Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus). Dari hasil penyelidikan ditaksir kerugian negara mencapai Rp 500 juta. (bay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Penambahan Rumah Ibadah Untuk Kemakmuran Umat

DELISERDANG – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meresmikan pembangunan (renovasi) Masjid ...