Home / Kabar Sumut / 73,7 Persen UMKM Belum Buat Laporan Keuangan

73,7 Persen UMKM Belum Buat Laporan Keuangan

MEDAN – Berdasarlan hasil survey dengan para responden pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) secara nasional, diketahui bahwa 73,7 persen pelaku UMKM nasional belum membuat laporan keuangan.

Hal ini menjadi salah satu faktor yang membuat belum banyaknya pelaku UMKM mendapatkan pembiayaan atau kredit dari perbankan maupun lembaga keuangan, dengan mensyaratkan adanya laporan keuangan usaha.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Sumatera Utara, Khairul Mahalli, Rabu (13/01/2021), menyikapi hasil survey nasional yang dilakukan Asosiasi UMKM Naik Kelas, belum lama ini.

Dalam survey tersebut, Asosiasi UKMKM naik Kelas melakukan tanya-jawab kepada 2.700 responden pelaku UMKM secara nasional. Dimana 60 persennya berada di Pulau Jawa.

“Kami akan memprioritaskan pelatihan kompetensi tutorial pembuatan laporan keuangan untuk pelaku UMKM yang menjadi anggota Asosiasi UMKM Naik Kelas,” seru Mahalli.

Dia menyebutkan Anggota Asosiasi UMKM Naik Kelas terdiri dari 34,5 persen pelaki UMKM dengan operasional usaha lebih dari 5 tahun, 11,9 persen dengan operasional usaha antara 3 hingga 5 tahun, 37 persen dengan operasional usaha antara 1 hingga 3 tahun, dan sisanya di bawah 1 tahun.

Dari seluruh anggota yang ada, sebanyak 56,5 persen di antaranya telah menjadi binaan KADIN, di bawah binaan Ketua Umum, Eddy Ganefo. Hal ini cukup membuktikan jika anggota Asosiasi UMKM Naik Kelas telah menerima banyak manfaat dari KADIN.

“Pelatihan dan pengembangan UMKM yang kami lakukan selama ini selalu bekerjasama dengan KADIN Pusat. Dimana, Bapak Eddy Ganefo memberikan perhatian yang sangat luar biasa kepada pelaku UMKM,” ujar Mahalli.

Hal tersebut dibuktikan dengan pelatihan atau pengembangan UMKM secara rutin, yang dilakukan antara 2 hingga 3 kali dalam satu pekan.

Sebaliknya, kata Mahalli, hasil survey Asosiasi UMKM Naik Kelas juga mengungkap penilaian pelaku UMKM terhadap KADIN dan lebih rinci lagi penilaian kepada Ketua Umum KADIN, Eddy Ganefo.

Sesuai hasil survey tersebut, diketahui 31,7 persen pelaku UMKM menyatakan kinerja KADIN sangat baik, 58,9 persen menyatakan baik, 8,5 persen menyatakan biasa saja, dan 0,9 persen menyatakan buruk.

Dari data tersebut, jelas menunjukan sebagian besar pelaku UMKM nasional atau 90,6 persen di antaranya menyatakan kinerja KADIN di bawah kepemimpinan Bapak Eddy Ganefo relatif baik dan sangat baik.

“Apa yang kami lakukan, semata-mata upaya mendorong UMKM agar lebih berkembang. Sebab sektor UMKM ini adalah tonggak ekonomi negara, yang harus mendapatkan perhatian lebih. Namun kami juga mengakui, masih banyak hal dan program yang harus dilakukan. Karenanya kami tidak cepat berpuas diri dari hasil survey tersebut,” timpal Mahalli. (dika/tiar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pemuda Muhammadiyah Asahan Diminta Berkontribusi untuk Pembangunan

ASAHAN – Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Asahan diminta memberikan konstribusi dalam mensukseskan ptogram ...