Home / Kabar Sumut / KPU Ajak Anak Muda Milenial Nyoblos di Pilkada 2020

KPU Ajak Anak Muda Milenial Nyoblos di Pilkada 2020

BINJAI – Komisi Pemilihan Umum Kota Binjai terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dari berbagai kelompok. Ini dilakukan KPU Binjai karena jelang pemungutan hari suara pada Rabu (9/12) mendatang atau 31 hari lagi.

Kali ini, sosialisasi yang dilakukan KPU Binjai menyasar kepada kelompok milenial di salah satu aula kafe, Jum’at (6/11).

Mulai dari Jaka Dara, Generasi Berencana, Kumpulan Podcast dan Himpunan Mahasiswa Islam Kota Binjai.

Ketua Divisi Sosialisasi, Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU Binjai, Robby Effendi menjadi moderator pada kesempatan sosialisasi kali ini.

“Pilkada tinggal sebulan lagi, maka dari itu simpul-simpul kalangan milenial ini kami berharap dapat menyampaikan kepada teman-teman dan keluarga untuk mengingatkan serta mengajak untuk ke TPS pada 9 Desember 2020,” kata dia.

Sejumlah hal baru di TPS saat Pilkada juga dibeberkan Robby. Ini dilakukan untuk menghindari kalau TPS akan menjadi klaster baru penyebaran.

Sementara, Narasumber kali ini adalah Hatta Ridho yang menyampaikan materi tentang urgensi Pemilukada Kota Binjai 2020.

Hatta menjelaskan sejumlah alasan mengapa Pilkada tetap harus dilaksanakan di tengah Pandemi Covid-19. “Karena tidak ada pihak manapun yang dapat memberi kepastian kapan Covid-19 akan berakhir.

Kemudian pemerintah tidak mengizinkan 270 daerah dipimpin oleh pelaksana tugas dalam waktu bersamaan karena pelayanan publik tidak akan optimal,” kata dia.

Hatta juga menjelaskan sejumlah alasan mengapa memilih. Menurut dia, hak pilih ini adalah hak istimewa sebagai warga negara.

Namun, masih saja ada masyarakat yang menolak menggunakan hak pilih. Bagi dia, orang yang enggak menggunakan hak pilih adalah masyarakat berkarakter sombong.

“Memilih juga untuk menaikan indeks demokrasi Indonesia. Indeks demokrasi Indonesia tahun 2019 berada di angka 74,92 persen, dan ini kategori sedang.

Di dunia, Indonesia menempati peringkat 65,” ujar dia. Memilih kepala darah, lanjut dia, juga untuk menuju perubahan yang lebih baik.

Dia menjelaskan, masyarakat memilih pemimpin dianggap mampu menyelesaikan sejumlah masalah di Binjai.

“Dan terakhir, memilih untuk melahirkan kepala daerah yang berkualitas, agar anggaran tak sia-sia. Harus lahir pemimpin kota yang tangguh, peduli, bersih, rajin dan cerdas,” pungkasnya. (dian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

KOPRI Asahan Gowes Sejauh 490 Kilometer

ASAHAN – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46l9, Korps Pegawai Republik Indonesia ...