Home / Kabar Sumut / Pilkada Binjai Aman Dari Covid-19, KPU : Ayo Nyoblos ke TPS

Pilkada Binjai Aman Dari Covid-19, KPU : Ayo Nyoblos ke TPS

Tema : Partisipasi masyarakat (harapan dan tantangan di tengah pandemi covid-19)

Penulis : Bayu Dian Aditama

Perhelatan pesta demokrasi Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) secara serentak pada Rabu 9 Desember 2020 tetap akan berlangsung sesuai rencana. Dimana, Kota Binjai sendiri merupakan salah satu dari 270 daerah di tanah air yang juga ikut merayakan pesta demokrasi Pemilihan Walikota/Wakil Walikota priode 2021-2025 tersebut. Hal ini sesuai Surat Keputusan KPU Binjai Nomor 258/PL.02-Kpt/01/KPU/VI/2020 tentang penetapan pelaksanaan Pilkada Serentak Lanjutan Tahun 2020.

Di sisi lain, WHO (World Health Organization) selaku Badan Organisasi Kesehatan Dunia sampai hari ini masih belum mencabut kebijakan tentang bahaya pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia, termasuk di tanah air. Sama halnya dengan Pemko Binjai yang hingga kini masih gencar melakukan upaya pencegahan penularan virus Covid-19.

Meskipun begitu, publik tak perlu harus merasa khawatir. Pasalnya, KPU (Komisi Pemilihan Umum) sendiri sudah mengeluarkan kebijakan PKPU Nomor 6 Tahun 2020, Nomor 10 Tahun 2020 dan Nomor 13 Tahun 2020 terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah pada masa Covid-19. Dimana, seluruh tahapan penyelenggaraan Pilkada akan berlangsung sesuai aturan protokol kesehatan.

IKUTI ATURAN PROTOKOL KESEHATAN DI TPS

Setiap pemilih yang ingin memberikan hak suaranya di TPS diwajibkan untuk mengikuti aturan protokol kesehatan seperti cek suhu tubuh, memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Oleh karena itu, di TPS wajib tersedia tempat mencuci tangan seperti sabun atau hand sanitizer. Begitu juga dengan petugas KPPS yang bertugas di TPS. Mereka harus dilengkapi dengan APD (Alat Pelindung Diri) seperti pemakaian masker, Fice Shield dan sarung tangan plastik.

Bagi pemilih yang sudah memberikan hak suaranya petugas akan memberikan tetes tinta sebagai pengganti celup tinta. Lalu, setiap TPS juga disediakan bilik khusus untuk pemilih dengan ciri-ciri terinfeksi Covid-19. Misal, ada pemilih yang suhu tubuhnya diatas 37,3 derjat celcius, maka dianjurkan masuk ke bilik khusus. Begitu juga dengan waktu kedatangan pemilih ke TPS juga akan diatur oleh petugas. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi kerumunan massa secara berlebihan.

PETUGAS KPPS SUDAH DINYATAKAN LULUS KESEHATAN DENGAN RAPID TEST

Berbeda dengan pemilu sebelumnya. Dalam proses seleksi petugas KPPS di Pilkada tahun ini, pihak KPU memberlakukan ketentuan uji kesehatan melalui rapid test. Sehingga seluruh petugas KPPS yang nantinya bertugas di TPS dapat dipastikan negatif dari bahaya Virus Covid-19. Mereka juga disediakan 2 seragam APD (Alat Pelindung Diri) untuk berjaga-jaga apabila ada pemilih yang jatuh sakit. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang ingin memberikan hak suaranya di TPS.

WARGA BERSUKA CITA SAMBUT PEMILU

Pasca ditetapkannya tiga pasangan calon yang akan bertarung di Pilkada 2020, tensi politik di Kota Binjai kian hari makin seru untuk diikuti. Masing-masing tim sukses pemenangan dari ketiga paslon, yakni Rahmat-Usman, Lisa-Sapta dan Juliadi-Amir saling jual beli opini/argumentasi untuk memenangkan jagoannya. Tak hanya di warung kopi, perbincangan tentang siapa yang akan keluar sebagai pemenang di Pilkada Binjai, juga kian ramai diperbincangkan warganet di jagad dunia maya.

Situasi ini tentu saja membawa angin segar dalam kehidupan sosial masyarakat. Dimana, masing-masing tim pemenangan seakan berlomba-lomba memberikan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat. Dimana setiap di akhir pertemuan dengan para paslon, tak sedikit masyarakat yang diberikan bantuan sembako (minyak goreng, beras dan gula). Kata mereka, ini sebagai tanda ingat, bahwasanya paslon yang dijagokan sangat peduli dengan nasib rakyat kecil.   

Hal ini tentu saja disambut suka cita oleh masyarakat. Pasalnya, selama munculnya pandemi Covid-19 di tanah air, banyak sektor usaha masyarakat yang lumpuh dibuatnya. Terlebih ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) berbulan-bulan lamanya. Secara otomatis, masyarakat kecil yang mata pencariannya dari hasil usaha harian langsung menjerit, karena tidak bisa lagi bekerja. Seperti misalnya pedagang, pemilik warung makanan, sopir angkutan, kuli bangunan dan lain sebagainya. 

PARTISIPASI PEMILIH DIPREDIKSI MENCAPAI 80 PERSEN

Partisipasi pemilih di Pilkada Binjai tahun 2020 ini diprediksi akan mengalami peningkatan hingga mencapai 80 persen. Lebih tinggi dibandingkan jumlah partisipasi pemilih di Pileg 2019 yang hanya 77,5 persen. Hal ini didasari beberapa faktor yang banyak mempengaruhi. Seperti, bertambahnya jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan TPS di Pilkada Binjai tahun 2020 ini. Dimana untuk TPS dari yang semula 473 kini menjadi 475. Dan jumlah DPT dari yang semula 178.609 kini bertambah menjadi 179.560.

Tak kalah penting adalah gencarnya sosialiasi ajakan nyoblos ke TPS yang dilakukan Relawan Demokrasi (Relasi). Dimana, mereka secara aktif menyasar ke seluruh lapisan kelompok masyarakat untuk ikut memberikan hak suaranya di Pilkada Binjai. Termasuk kelompok masyarakat berkebutuhan khusus, seperti Disabilitas, Manula (Manusia Lanjut Usia) Orang Sakit yang selama ini kurang mendapat perhatian. Oleh Relasi, mereka dibantu untuk difasilitasi agar dapat memberikan hak suaranya di Pilkada Binjai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

KOPRI Asahan Gowes Sejauh 490 Kilometer

ASAHAN – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46l9, Korps Pegawai Republik Indonesia ...