Home / Kabar Sumut / Lisa-Sapta Janjikan 5 Ribu Lowongan Kerja Jadi Trending Topik di Facebook

Lisa-Sapta Janjikan 5 Ribu Lowongan Kerja Jadi Trending Topik di Facebook

BINJAI – Paslon Nomor urut 2, Lisa Andriani Lubis – Sapta Bangun menjadi trending topik atau yang paling ramai diperbincangkan oleh warganet di media sosial Facebook, Sabtu (31/10) hari ini. Hal ini terjadi setelah Lisa-Sapta yang tampil di acara Debat Publik KPU Binjai berjanji akan menyediakan 5 ribu lowongan kerja baru untuk masyarakat.

Acara debat publik yang menghadirkan tiga paslon, yakni Rahmat-Usman Jakfar nomor urut 1, Lisa Andriani Lubis-Sapta Bangun nomor urut 2 dan Juliadi-Amir Hamzah nomor urut 3 berlangsung seru di Hotel Kardofa Binjai. Dimana, masyarakat juga bisa ikut menyaksikan jalannya debat melalui saluran Live Streaming di Media Sosial.

Debat yang semula berlangsung biasa saja, tiba-tiba dikejutkan oleh pernyataan Sapta Bangun. Dia menjanjikan akan menyediakan 5 ribu lowongan kerja untuk masyarakat di Kota Binjai.

Usai debat, warganet pun membanjiri beranda mereka dengan berbagai postingan menanggapi soal 5 ribu lowongan kerja yang dijanjikan Lisa-Sapta. Banyak yang menganggap ini hanya isu belaka, namun tidak sedikit pula jumlah dari warganet yang percaya dan mendukung program tersebut.

Dalam debat, mengenakan balutan busana hitam putih, sejak awal pasangan ini sudah terlihat tampil begitu percaya diri di atas panggung. Mereka secara bergantian menjawab pertanyaan moderator sesuai waktu yang ditentukan. Baik Lisa maupun Sapta dinilai lebih menonjol dibandingkan calon lainnya. Karena mampu meyakinkan publik dengan visi misinya yang ingin menjadikan Kota Binjai dari kota jasa menjadi kota industri.

“Kami akan sediakan 5 ribu lowongan pekerjaan untuk masyarakat Kota Binjai,” kata Sapta saat menjawab pertanyaan moderator terkait mengatasi masalah pengangguran di Kota Binjai.

Hal ini dapat segera terwujud, tambah Lisa, setelah terbangunnya sentralisasi pusat industri di wilayah Tunggurono bernama KIB (Kawasan Industri Binjai) yang kini masih dalam proses tahap akhir pelepasan lahan seluas 132 hektar.

“Kami optimis dengan adanya KIB maka kita akan mampu menyediakan ribuan lowongan pekerjaan untuk masyarakat Kota Binjai. Dengan begitu maka perekonomian kita akan terus mengalami peningkatan. Karena akan terjadi perputaran uang yang sangat banyak di Kota Binjai,” ucapnya.

Tak hanya itu, saat menyampaikan program-programnya, baik Lisa dan Sapta terlihat sangat menguasai materi secara detail, jelas dan mudah dipahami.

Dari belasan program unggulannya, Lisa-Sapta memiliki perhatian bagaimana secepatnya dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak situasi Covid19. Salah satunya dengan memberikan bantuan kepada pelaku UMKM agar dapat bangkit kembali.

“Kami akan menambah alokasi anggaran bantuan untuk kesejahteraan masyarakat yang terdampak Covid19, khususnya kepada pelaku UMKM,” ujar Sapta.

Kota Binjai, kata Sapta, berdasarkan data statistik telah mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,51 persen. Dan kedepan ini harus bisa ditingkatkan lagi dengan cara memberikan perhatian atau keberpihakan kepada pelaku UMKM.

“Agar mereka dapat terus produktif sehingga terciptalah iklim usaha yang subur di Kota Binjai,” ujarnya.

Jauh-jauh hari, kata Lisa, pihaknya sudah sering turun untuk membantu perekonomian masyarakat yang terdampak Covid19. Salah satunya dengan melakukan kegiatan padat karya serta membentuk kelompok kerja masyarakat bernama UP2K. Dimana, masyarakat diberikan edukasi keterampilan seperti menjahit di rumah.

“Dimana produknya dari hasil menjahit seperti masker ketika dijual memiliki nilai ekonomis. Dan uangnya bisa dipakai untuk kebutuhan hidup di rumah selama masa pandemi Covid19,” sebutnya.

Dan terakhir menjawab tantangan akan bahaya peredaran narkoba di Kota Binjai, Lisa mengatakan dirinya memang sudah lama memiliki perhatian terhadap masalah ini. Dimana, Lisa yang juga menjabat Ketua TP-PKK Kota Binjai ketika itu sudah pernah membuat terobosan dengan cara memberlakukan tes urine terhadap Catin (Calon Pengantin) di Kota Binjai.

“Dengan tes urine ini kami harapkan mereka yang menggunakan narkoba malu ketika hasilnya diketahui oleh calon keluarga pasangannya. Dengan begitu mereka akan berhenti memakai narkoba,” ujarnya.

Kota Binjai merupakan satu-satunya daerah yang memberlakukan program tes urine terhadap Catin (Calon Pengantin) di tanah air. Dan terobosan ini telah mendapat perhatian dari pemerintah di tingkat nasional.

“Kami juga sudah bekerjasama dengan kelompok relawan Genre untuk terus mensosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat luas terutama para generasi muda. Dan masalah narkoba ini bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah saja tapi tanggung jawab seluruh pihak untuk mari bersama-sama kita mencegahnya,” sebut Lisa. (dian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

KOPRI Asahan Gowes Sejauh 490 Kilometer

ASAHAN – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46l9, Korps Pegawai Republik Indonesia ...