Home / Kabar Sumut / 38 Pasangan Ikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu

38 Pasangan Ikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu

BINJAI – Sebanyak 38 pasangan mengikuti Sidang Isbat Nikah Terpadu di Kantor Pengadilan Agama Binjai, Kamis (15/10/2020) pagi.Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Sumatera Utara dalam rangka pencatatan pernikahan massal Muslim dengan penerbitan buku nikah dan dokumen administrasi kependudukan (adminduk).

(Plt) Kepala Disdukcapil Provinsi Sumatera Utara, Ismael Parenus Sinaga, melalui Kepala Bidang Fasilitasi Pencatatan Sipil, Eko Irawan, mengatakan, sidang isbat nikah terpadu terlaksana berkat kerjasama pihaknya dengan Pengadilan Agama Binjai, Kantor Kementerian Agama Binjai, dan Disdukcatpil Kota Binjai.

Acara tersebut digelar selama dua hari, yakni pada 14 dan 15 Oktober 2020, demi menghindarkan terjadinya kerumuman massa. Sehingga penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dapat berjalan optimal.

“Ada beberapa keistimewaan yang didapatkan para peserta sidang isbat nikah terpadu. Selain mendapatkan buku nikah, mereka juga mendapat kartu keluarga, perubahan status KTP, dan akte kelahiran anak,” ungkap Eko.

Sesuai rencana, katanya, kegiatan njkah massal serupa akan dilaksanakan di kabupaten/kota lain, agar pasangan suami-istri yang belum sah secara hukum negara, dapat terpenuhi hak-hak administrasi mereka sebagai warga negara Indonesia.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Agama Binjai, Helmilawati, mengatakan sidang isbat nikah terpadu awalnya direncanakan digelar pada awal 2020.

Namun karena pandemi Covid-19, kegiatan ini terpaksa diundur dan baru dapat dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2020, dengan penerapan ketat protokol kesehatan.

Secara khusus Helmilawati menegaskan, kepemilikan buku nikah sangat penting dalam membantu dan memudahkan urusan administrasi kependudukan, serta menjadi pedoman hukum atas status pernikahan di Indonesia.

“Kita berikan kemudahan bagi masyarakat. Dalam arti, mereka yang belum punya buku nikah, bisa terbantu. Apalagi dengan buku nikah, hak-hak pasangan, khususnya istri dapat terlindungi,” terangnya.

Sebelumnya, Staf Ahli Walikota Binjai Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Afwan Lubis, mengatakan, sidang isbat nikah terpadu merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat.

Apalagi setiap pasangan tidak dipungut biaya.“Manfaatkanlah identitas ini secara maksimal. Apalagi ini gratis,” ujarnya.Salah satu peserta sidang isbat nikah terpadu, Diastono, mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemermlintah dan seluruh pihak yang teribat.

Dia pun memgaku senang, karena telah mendapatkan buku nikah.Terlebih segala keperluan administratif peserta, seperti kartu keluarga atau KTP, juga dapat diurus sekaligus.”Kami sudah nikah tiga tahun.

Tapi hanya secara siri. Nggak tercatat secara hukum negara. Makanya saya dan istri sangat senang sekali bisa dapat buku nikah. Kami juga bisa urus akte kelahiran anak,” ungkap Diastono. (vida)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Warga Kelurahan Sumber Mulyorejo Dukung Lisa Sapta

BINJAI – Calon walikota Binjai Hj. Lisa Andriani  bersilaturrahim dengan sejumlah warga ...