Home / Kabar Sumut / Pelaku Bisnis Perlu Bersinergi Hadapi Tantangan

Pelaku Bisnis Perlu Bersinergi Hadapi Tantangan

MEDAN – Kementerian Luar Negeri mengajak para pelaku bisnis bekerjasama dan sama-sama bekerja untuk mengahadapi tantangan dalam menjalankan bisnis dewasa ini.

“Tantangan di depan, antara lain ada upaya untuk mempersulit pengusaha. Apalagi melakukan pungutan liar yang harus dihapuskan,” ungkap Dubes RI untuk Argentina, Uruguay, dan Paraguay,” Jhony Sinaga SH LLM, saat menjadi pembicara dalam pertemuan dengan sejumlah pengusaha via zoom, Kamis (01/10/2020) lalu.

Kegiatan bertopik “Peluang Bisnis dan Ekspor sertaTerobosan Masuk Pasar Luar Negeri” itu, hadir Ketua Umum DPP GPEI, Khairul Mahalli, selaku host, serta pembicara meliputi, Jon Arif Masli, yang juga Ketua Komite Nafta Kadin Indonesia dan anggota GPEI.

Jhony mengatakan, pelaku bisnis perlu bersinergi dan jangan sendiri-sendiri. Tidak perlu ikut pameran dagang di luar negeri setiap tahun. Lebih baik dana pameran tahunan digunakan untuk membangun pusat bisnis di Amerika, Eropa, Asia, dan Afrika.

Seperti yang terjadi di Vietnam. Perusahaan besar dapat melakukan strategi ini lewat kerjasama dengan pemerintah dan stakeholder lainnya.

“Kita bisa buat rencana agar setiap desa punya minimal satu produk ekspor. Setiap kepala daerah dapat mendukung ini, karena pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian daerah itu. Apalagi jika setiap desa punya produk unggulan,” ungkap Jhony.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) juga Ketua KADIN Sumatera Utara, Khairul Mahali, mengapresiasi pertemuan tersebut, sebagai sarana memberi pencerahan dan semangat bagi pelaku bisnis di tengah pandemi Covid-19.

Mahalli yang merupakan penggiat dan pengusaha ekspor, selama ini aktif membantu pengembangan ekspor produk UMKM, dengan bersinergi bersama berbagai kementerian dan lembaga nasional maupun internasional, demi mendorong potensi ekspor daerah- daerah lain.

Lelaki kelahiran Kota Medan yang juga lulusan S1 Ekonomi dari Univeraitas Negeri Medan, AFS Hazelwood West, Missouri, Amerika Serikat, dan CWY, Vancouver, Kanada, ini, juga dikenal fasih berbahasa Inggris.

Sedangkan Jonny Sinaga SH LLM merupakan pendiri Group Peningkatan Ekspor RI. Dia juga aktif berkarier sebagai seoranh diplomat dan fasih berbahasa Inggris dan Spanyol.

Pria yang juga mantan Wakil Dubes RI di Jepang dan Konsuler Perwakilan RI di PBB, New York, ini merupakan lulusan S1 Hukum dari Unicersitas Indonesia dan S2 dari Tulane Law School, New Orleans, Amerika Serikat.

Sementara itu, Jon Arif Masli MBA, merupakan Ketua Komite Nafta Kadin Indonesia dan Anggota Dewan Pembina GPEI. Beliau dikenal sebagai penggiat ekspor yang peduli dengan UMKM, dan pencetus konsep “Sapu Lidi, Quantum Leap Ekspor”.

Jon yang juga mantan Eksekutif Citibank, Dharmala Group, dan Direktur EY ini, piawai di bidang business development dan investasi asing, serta telah mengaktifkan 13 perusahaan.

Dengan pengalaman korporasi delama lebih dari 30 tahun, Jon pun fasih berbahasa Inggris, Mandarin, dan Spanyol. Dia sendiri meraih gelar MBA Keuangan dari UC at San Francisco, dan Sarjana Ekonomi dari Hiram College, Ohio, Amerika Serikat. (dika/tiara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Walikota Buka Turnamen Volley Marcapada CUP I

BINJAI – Walikota Binjai, HM Idaham SH MSi secara resmi membuka Turnamen ...