Home / Kabar Sumut / Binjai / Pengidap Epilepsi Ditemukan Meninggal dalam Parit

Pengidap Epilepsi Ditemukan Meninggal dalam Parit

BINJAI – Nasib malang dialami Eka Permana (39), warga Jalan Teuku Umar, Lingkungan VI, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara.


Pria tersebut ditemukan meninggal dunia dengan posisi tubuh terlungkup dan setengah terendam air dalam parit tidak jauh dari rumahnya, tepat di depan Pesantren Ad-Nadwa, Kelurahan Nangka, Minggu (19/04/2020) pagi.


Informasi dihimpun wartawan, jenazah korban ditemukan secara tidak sengaja oleh sang ayah, Yusril (65), sekira pukul 06.00 wib. Yusril yang saat itu sedang menyapu halaman depan rumahnya, mendadak terkejut usai melihat sesosok pria terlungkup di dalam parit.


Menyadari hal itu, Yusril segera memberitahukan beberapa tetangganya dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Nangka, Aipda Beni Asrin, untuk bersama-sama mencari tahu sosok pria di dalam parit, yang diduga sudah dalam kondisi meninggal dunia.


Namun sesaat setelah diangkat guna dipindahkan ke tepi jalan, alangkah terkejutnya Yusril, karena sosok pria di dalam parit tersebut adalah anaknya sendiri, Eka Permana, yang kondisinya sudah tidak bernyawa.


Seketika itu, warga pun mengevakuasi korban dan membawa jenazah pria malang tersebut menuju kediaman orangtuanya guna disemayamkan.


Bersamaan dengan itu, beberapa personel kepolisian dari Sektor Binjai Utara turut hadir di lokasi kejadian, guna mengumpulkan dokumentasi visual, serta keterangan orangtua korban dan sejumlah saksi mata.


Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo, saat dikonfirmasi wartawan melalui Kasubbag Humas, AKP Siswanto Ginting, mengatakan, Eka Permana diduga telah meninggal dunia di tempat itu selama lebih dari dua jam.


“Saudara Yusril mengaku, korban memang tidak pulang ke rumah sejak tadi malam. Namun dia sama sekali tidak menyangka, jika sosok pria yang terbujur kaku di dalam parit itu adalah anaknya,” ujar Siswanto.


Sebaliknya dia menduga, kematian Eka Permana murni dikarenakan sakit, dan bukan disebabkan tindak kekerasan atau faktor lain. Hal ini mengingat, tidak ditemukan luka bekas tanda kekerasan pada jenazah korban.


“Kesimpulan sementara kita, korban meninggal dunia karena sakit. Apalagi dari keterangan pihak keluarga, korban selama ini memang mengidap sakit epilepsi dan sering kambuh tiba-tiba,” ungkap Siswanto. (dika)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Walikota Buka Turnamen Volley Marcapada CUP I

BINJAI – Walikota Binjai, HM Idaham SH MSi secara resmi membuka Turnamen ...