Home / Kabar Sumut / Deli Serdang / Warga Pemilik Lahan Pertanyakan Pembangunan Sport Center Ditanah Seluas 300 Ha Di Desa Sena Batang Kuis Deli Serdang

Warga Pemilik Lahan Pertanyakan Pembangunan Sport Center Ditanah Seluas 300 Ha Di Desa Sena Batang Kuis Deli Serdang

DELI SERDANG – Beberapa warga pemilik lahan di eks perkebunan PTPN2  pertanyakan plang dari pemerintah , yang bertuliskan akan dibangun proyek sport center , di desa sena kecamatan Batang kuis , kabupaten Deli serdang,,

Dimana pemasangan plang tersebut tidak ada pembereitahuan kepada pemilik tanah , atau yang menguasai pisik lahan yang akan hendak dibangun lokasi sport center .

Menurut Serasi sinaga , lahan yang diarteri tepatnya yang dipatok plang akan dibangun Sport Center, itu adalah milik dirinya dan keluarganya ,mereka sudah menguasai pisik tahun 2007,PBB juga suda dibayar , ada juga 54 orang mengaku itu milik mereka , tahun 2015 mereka memiliki lahan tersebut , mengklaim 85 ha, kalau 85 ha yang mereka klaim, berarti itu termasuk lahan miliknya dan sepupunya yang  selama ini di pisiknya yang mereka kuasain ..dan pertayanya kepada 54 orang yang mengakui lahanya itu miliknya ,apa alas hak mereka dan kapan  menggarafnya dan fisik tanah yang mana  mereka kuasai,

Sementara dirinya beserta keluarga dan teman temanya sudah membuat permohonan ke PTPN2 dan sudah dua kali,, tentang untuk pembayaran SPS sesuai dengan prosedur , jawaban mereka tunggu jawaban dari pusat,,kami tunggu,,dan muncul lagi ini surat gubernur buat plang untuk pembangunan sport center , seluas 300 ha,, sementara lahan ini tidak ada 200 ha, totalnya hanya 180 ha , dan sudah banya berdiri bangunan , tampak terkesan dipaksakan ,,ada apa ini ..

Dirinya bersama teman teman dan keluarganya dari tahun 2007 sudah menguasai pisik hingga sampai saat ini, dirinya bersama kawan kawanya yang mengusai pisik lahan ini , apabila ini dipaksakan tanpa ada pemberitahuan,atau main garaf aja , mereka akan mempertahankan lahan tersebut hingga tettes darah penghabisan,sudah tujuh kali lahanya diganggu termasuk pihak pemda , setelah itu mereka mundur sendiri karena sudah melihak alas hak surat surat saya yang sudah sampai kepusat kepengurusanya .

Disamping itu sudah dibuat berita acara peninjaun lapangan oleh pihak PTPN2 yang ditanda tangani ADM dan Kepala bagian Pertanahan , mereka tidak liar , justru pesan dari pihak PTPN2 , mereka disuruh menguasai pisik dan jangan dijual.sambil menunggu keputusan dari pusat” ujarnya.(Drajat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Walikota Buka Turnamen Volley Marcapada CUP I

BINJAI – Walikota Binjai, HM Idaham SH MSi secara resmi membuka Turnamen ...