Beda Pilihan Saat Pilkades, Kadus Didesak Lepas Jabatan

admin dirma
admin dirma
6 Min Read

DELISERDANG – Kontestasi pemilihan umum selalu memunculkan aroma persaingan politik yang kuat. Penyelengaraan pesta demokrasi di Indonesia bahkan tidak jarang menimbulkan pergolakan dan sentimen politik berkepanjangan.

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada cakupan nasional, semisal Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden ataupun DPR dan DPD RI, tapi juga hingga ke cakupan yang lebih kecil yakni Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Seperti yang terjadi di Desa Serbajadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Akibat berbeda pilihan saat pilkades, sejumlah aparatur desa terkait justru didesak untuk melepas jabatannya.

Salah satu aparatur desa yang merasakan tekanan ini ialah Kepala Dusun (Kadus) II Desa Serbajadi, Widura Surbakti. Ironisnya, Widura didesak mundur oleh Kepala Desa Serbajadi, Marlon Purba, setelah resmi dilantik pada 20 Mei 2022 lalu.

Widura Surbakti, melalui Kuasa Hukumnya, Luri Neri Tarigan SH MH, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (28/06/2022) pagi, mengatakan, desakan agar kliennya mundur dari jabatan Kepala Dusun II Desa Serbajadi langsung dilontarkan oleh Kepala Desa (Kades) Serbajadi, Marlon Purba.

Menurutnya, persoalan ini diduga mengemuka sebagai imbas perbedaan pilihan politik saat Pilkades Serbajadi, pada 19 April 2022 silam. Dalam hal ini, kepala dusun yang dianggap tidak mendukung kepala desa terpilih diminya agar mundur dari jabatannya.

“Kebetulan klien kami ini bukan satu-satunya kadus di Desa Serbajadi yang diminta mundur. Sebab kami mencatat, ada tiga kadus lainnya juga mengalami tekanan serupa,” ungkap Luri Neri.

Lebih jauh dia mengatakan, desakan Kepala Desa Serbajadi agar kepala dusun mundur dari jabatannya dengan alasan tidak satu visi karena berbeda pilihan calon kepala desa merupakan tindakan yang semena-mena.

Diakui Luri Neri, masa jabatan para kepala dusun di Desa Serbajadi pada dasarnya masih berjalan sesuai keputusan kepala desa sebelumnya. Sebagai contoh, masa jabatan kliennya, Widura Surbakti, sebagai Kepala Dusun II Desa Serbajadi, masih aktif hingga November 2022 mendatang.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Kepala Desa Serbajadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Nomor: 141/27/2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Dusun II Desa Serbajadi, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, tertanggal 3 November 2017, yang ditandatangani Kepala Desa Serbajadi saat itu, Rencana Ginting.

“Sebaiknya kades saat ini mempertahankan masa jabatan kadus sesuai SK yang mereka pegang. Baru setelah masa jabatan mereka berakhir, kades mengganti dengan pejabat yang baru. Jangan sampai ada aturan yang dilanggar,” pungkas Luri Neri.

Di sisi lain, lanjutnya, upaya pemberhentian kepala dusun terkesan dipaksakan, karena diduga ada tekanan politik yang kuat dari tim pemenangan kepala desa saat ini.

“Menurut klien kami, ada ancaman yang dia terima dari Kades Serbajadi terpilih. Kalau klien kami tidak mundur, maka dia (kades_red) akan cari kesalahannya. Bahkan klien kami sudah menerima SP (surat peringatan_red), namun kami anggap mekanisme dan alasannya itu tidak wajar,” ujar Luri Neri.

Terpisah, Kepala Desa Serbajadi, Marlon Purba, justru membantah jika dirinya ada mendesak beberapa kepala dusun di jajarannya untuk mundur. Sebab menurutnya, keputusan mengundurkan diri merupakan hak dari masing-masing kepala dusun.

“Tidak benar itu. Tidak ada saya suruh dia (Widura Surbakti_red) mundur. Hubungan kami pun sampai sekarang tetap bagus. Tolonglah jangan campuri urusan pemerintahan,” terang Marlon yang sempat terlihat emosi, saat ditemui wartawan dan Kuasa Hukum Widura Surbakti, Ruli Neri Tarigan SH MH, di Kantor Kepala Desa Serbajadi, Selasa (28/06/2022) siang.

Meskipun demikian Marlon tidak membantah rencananya melakukan penataan kembali susunan aparatur Desa Serbajadi, termasuk mengganti sejumlah kepala dusun, dengan pertimbangan utamanya merealisasikan percepatan pelaksanaan program pembangunan desa dan peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan, sesuai dengan janji-janji politiknya.

Di sisi lain, Marlon pun tidak membantah banyak di antara kepala dusun di Desa Serbajadi yang tidak satu visi dengannya, karena perbedaan pilihan politik sebagai imbas kontestasi Pilkades 2022 lalu. Hal ini pula yang memicu desakan dari warga, terutama dari massa pendukungnya, agar dirinya segera mengangkat kepala dusun baru.

Ya, mereka juga kan harus fair. Soalnya saat pilkades kemarin, banyak juga oknum kadus yang terang-terangan tidak netral, karena berpihak mendukung salah satu calon,” ungkapnya.

Jikapun ada kepala dusun yang merasa keberatan dengan keputusannya itu dan berniat mengadukan persoalan tersebut ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN), Marlon mengaku siap menjalani prosedur hukum dan siap pula menerima segala konsekwensinya.

“Mohonlah mengerti posisi saya. Saya jugakan ada janji politik yang harus direalisasikan. Kalau (masa jabatan kadus) diperpanjang sampai bulan 11 (November), tentunya banyak yang keberatan. Saya juga yakin, fenomena (pergantian aparatur desa_red) seperti ini pasti terjadi di seluruh desa di Indonesia,” seru Marlon.

Menanggapi pernyataan tersebut, sekali lagi Kuasa Hukum Widura Surbakti, Luri Neri Tarigan SH MH, dengan tegas dia menyebut, pemberhentian perangkat desa dikarenakan janji politik telah menyalahi aturan perundang-undangan. Sebab hal ini pada dasarnya harus dilakukan sesuai mekanisme yang telah diatur oleh undang-undang.

“Apabila memang nantinya ada keputusan pemberhentian jabatan kadus yang dialami klien kami tanpa mekanisme yang tepat, pastinya kami akan melakukan upaya hukum, dengan menjalankan instrumen hukum yang diatur di negara kita,” ujarnya.

“Selain itu, kami siapa melakukan gugatan ataupun apabila memang diperlukan kami juga akan melakukan pelaporan secara hukum pidana. Sebab tindakan ini merupakan bentuk penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat,” imbuh Luri Neri.

Seperti diketahui, Desa Serbajadi merupakan salah satu dari 304 desa di 22 kecamatan se-Kabupaten Deliserdang, yang menggelar Pilkades Serentak, pada 19 April 2022 silam. Pilkades 2022 di Desa Serbajadi sendiri saat itu diikuti oleh tiga calon kepala desa, dimana Marlon Purba tampil sebagai pemenang. (dika)

Share this Article
Leave a comment