Dirmanews.com, Dumai – Kabar soal dugaan korupsi di lingkungan Kantor Distrik Kenavigasian Kelas I Dumai kembali mencuat dan menjadi perbincangan hangat, baik di internal kantor maupun di kalangan masyarakat.
Dugaan tentang kabar pemanggilan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai pada Jumat (21/11/2025) tersebar luas hingga menjadi bahan pembicaraan warga Kota Dumai.
Menurut informasi yang beredar, enam oknum ASN dari Distrik Kenavigasian Kelas I Dumai dipanggil penyidik Jaksa Tindak Pidana Khusus (Pidsus) untuk dimintai keterangan secara maraton dan bergilir. Pemanggilan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa Tahun Anggaran 2024.
Sumber yang mengetahui proses pemanggilan mengungkapkan bahwa keenam oknum ASN itu berinisial F, G, S, P, Y, dan S, dengan dua di antaranya menjabat sebagai pejabat tinggi membidangi kepala bagian di Kantor Distrik Navigasi Dumai.
Tindak Lanjut Pemeriksaan Sebelumnya
Hasil penelusuran media menunjukkan bahwa keenam oknum ASN ini sebelumnya juga telah dimintai keterangan oleh Jaksa Intel Kejari Dumai pada Kamis (07/08/2025). Pemeriksaan tersebut terkait dugaan penyelewengan BBM solar dan pengadaan suku cadang kapal negara pada Tahun Anggaran 2024.
Dari informasi yang dihimpun, BBM solar yang seharusnya digunakan untuk operasional Kapal Negara (KN) di bawah Kementerian Perhubungan—yang dikelola Distrik Navigasi Dumai—diduga tidak sesuai dengan pemakaian sebenarnya.
Dugaan Penyimpangan Pengadaan Spare Part Kapal Negara
Kasus ini kian menguat setelah muncul dugaan penyimpangan dalam pengadaan suku cadang kapal, di antaranya:
KN. Pari, yang mengalami kerusakan pada boom crane.
KN. Marore, kapal berkembar mesin asal Inggris yang salah satu mesinnya rusak dan suku cadangnya harus diinden dengan harga tinggi.
Meski dua kapal negara itu lebih sering tambat di dermaga dan jarang beroperasi maksimal, penggunaan BBM solar mereka dikabarkan tetap tinggi seperti kondisi operasi normal. Hal ini memunculkan banyak pertanyaan dari warganet.
Bahkan beredar dugaan bahwa sebagian BBM solar dari KN. Pari dan KN. Marore dialihkan untuk kebutuhan operasional KN. Rupat, yang hingga kini masih aktif berlayar.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Kantor Distrik Kenavigasian Dumai terkait dugaan kabar pemanggilan oknum enam ASN oleh Kejari Dumai. Informasi ini pun semakin memicu rasa penasaran masyarakat, terutama mengingat isu dugaan korupsi tersebut sudah lama menjadi sorotan. (S.Purba)



